Perubahan Aktivitas Komersil Pengaruhi Transformasi Arsitektural Kampung

0
364

Perubahan aktivitas komersial masyarakat menjadi penyebab terjadinya transformasi arsitektural dari kampung kota menjadi kampung wisata. Perubahan tersebut dikarenakan adanya kebutuhan dan motivasi masyarakat serta kebijakan pemerintah.

“Proses transformasi arsitektural ini terlihat dari adanya perubahan fisik pada bangunan dan lingkungan berdasarkan pada konsistensi kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga potensi karakter kelokalan yang melingkupinya,” terang  Dosen Teknik Arsitektur Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Wiwik Setyaningsih, dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Teknik UGM, Rabu (1/2/2017).

Disertasi Wiwik berjudul ‘Transformasi Arsitektural dari Kampung Kota Menjadi Kampung Wisata’ Studi Kasus: Kampung Wisata di Surakarta. Selaku promotor Prof Ir Wiendu Nuryati MArch PhD dengan Ko-Promotor Dr Ir Budi Prayitno MEng dan Dr Ir Ahmad Sarwadi MEng. Wiwik dinyatakan lulus dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’.

Melakukan penelitian di tiga kampung wisata Surakarta yaitu Baluwarti, Kauman dan Laweyan, Wiwik menemukan bahwa ketiga kampung tersebut telah mengalami transformasi arsitektural dari kampung kota ke kampung wisata. Proses transformasi arstiketural di kampung wisata Kauman terjadi pada periode II tahun 2006. Sedangkan transformasi kampung wisata Laweyan terjadi pada pertengahan periode I tahun 2003.

Transformasi pada kedua kampung itu disebabkan adanya perubahan aktivitas komersil masyarakat dengan membuka showroom batik yang berpengaruh pada aspek fisik. “Ada perubahan pada bangunan dari bangunan hunian beralih fungsi menjadi bangunan komersil showroom batik,” kata Wiwik.

Sementara di Kampung Baluwarti pada periode I-III tahun 2000-2005 tidak menunjukkan aktivitas komersial masyarakat. Sehingga secara fisik tidak ada perubahan pada bangunan dan lingkungannya, tetapi dialihkan pada pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional kraton. “Ketiga kampung tersebut semakin eksis dan terus mengalami tumbuh kembang proses terjadinya transformasi arsitektural sampai sekarang,” pungkasnya. (Dev)

Sumber: krjogja