150 Brand Ikuti Pameran INDEX MOZAIK Indonesia 2017

0
107

JAKARTA- Lebih dari 150 brand dari Indonesia maupun mancanegara berpartisipasi dalam INDEX MOZAIK Indonesia 2017, pameran industri hotel, restoran dan kafe (horeka) dan desain, yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, pada 5-8 Oktober 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran ini dibuka oleh Ketua Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Lea Aviliani Aziz, Portofolio Director DMG Events Tony Crinion, Persiden Direktur Amara Grup Andy Wismarsyah, CEO Tarsus Events Asia Tenggara Peter Massey, Ketua Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Mugianto Sukadi Isman, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, Ketua Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) Bambang Kartono dan Deng Yuan Jin dari Hometex Tiongkok.

“Indonesia sudah memiliki reputasi yang baik dan berkelas dunia dalam bidang desain produk manufaktur, terutama untuk furniture lightning dan dekorasi,” kata Peter dalam sambutannya di acara pembukaan pameran di JCC Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut Peter, merek-merek furnitur dan desain asal Indonesia sudah dikenal dunia karena memiliki kualitas dan bernilai desain tinggi. Hal ini dinilai sejalan dengan peningkatan cukup pesat pada perkembangan industri desain dan interior nasional dalam satu dekade terakhir.

“Berangkat dari keyakinan tersebut, kami berkolaborasi untuk mewujudkan pameran INDEX MOZAIK 2017, yang mencakup 10 kategori yaitu furniture and furnishing, lightning, home textiles, bathroom, sleep, hardware accessories, design, workspace, surfaces & finishes dan housewares & gift,” jelas dia.

Mugianto mengapresiasi diadakannya pameran ini karena diyakini akan bisa mengangkat potensi industri mebel domestik setelah sempat turun pada tahun lalu. Untuk itu dia berharap supaya ada kerjasama antara berbagai pihat terkait untuk meningkatkan gairah industri mebel, yang akan berdampak pada pergerakan ekonomi nasional.

“Memang mebel domestik sempat turun tahun lalu. Kami kalah bersaing oleh mebel impor karena mereka unggul dengan model yang disukai pasar,” ungkap Mugianto.

Untuk itu dia berharap para anggota Asmindo bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk dengan arsitek dan desainer, hingga importir, untuk mengetahui selera pasar supaya produk yang ada bisa segera terserap. Sedangkan untuk pasokan bahan baku dinilai tidak menjadi hambatan karena regulasi pemerintah sudah cukup membantu.