SCG Dorong Arus Modal Masuk Indonesia

0
27

JAKARTA – Produsen semen asal Thailand Siam Cement Group (SCG), yang juga konglomerat bisnis terkemuka di ASEAN, mnggelar forum diskusi komprehensif, Investment Forum 2017. Forum diskusi ini bertujuan mengajak para pemangku kepentingan untuk turut memberikan peran penting dan kontribusi terhadap masuknya arus modal, terutama Investasi Langsung Asing (FDI) di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) menyatakan, FDI di Indonesia menyumbang angka bagi Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate atau CAGR) sebesar 14,6% selama 2012-2016 dan diperkirakan akan terus tumbuh, sesuai dengan fokus utama pemerintah Indonesia untuk mendongkrak pembangunan di beberapa sektor, termasuk infrastruktur dan properti.

“Untuk mendorong realisasi investasi asing di Indonesia, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan serangkaian Paket Kebijakan Ekonomi, yang diharapkan dapat dirasakan oleh para pebisnis di Indonesia dalam hal kemudahan, percepatan dan kepastian perizinan investasi serta memfasilitasi permasalahan investasi yang sering muncul, sehingga kami percaya kebijakan ini akan membantu mempercepat realisasi investasi,” tutur Farah Ratnadewi Indriani, Deputi Pengembangan Iklim BKPM, saat menyampaikan sambutannya sebagai keynote speaker pada Investment Forum 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Country Director SCG Indonesia Nantapong Chantrakul mengatakan, sejalan dengan fokus pemerintah, SCG telah berinvestasi di Indonesia sejak 1995. Pada 2016, aset SCG di Indonesia mencapai US$ 1,4 Juta, yang berada dalam tiga unit bisnis inti, yakni cement-building materials, chemicals, dan packaging.

“Kami percaya bahwa investasi SCG di Indonesia telah mendukung fokus pemerintah dalam mewujudkan Investasi Luar Negeri. Kami juga berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara dalam jangka panjang. Selain itu, di forum hari ini, saya juga ingin mengajak semua pemangku kepentingan termasuk mitra bisnis kami, untuk bersama-sama mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring dengan
percepatan infrastruktur yang digalangkan pemerintah dan peningkatan proyek investasi swasta yang merupakan pendorong utama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pemimpin ekonomi di Asia Tenggara” tutur Nantapong.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki potensi untuk dapat menjadi negara
dengan ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2030. Sebagai konglomerat
industri terkemuka yang terus mengembangkan bisnisnya di ASEAN, kata
dia, SCG menyadari bahwa setiap pemangku kepentingan harus berupaya
lebih keras dalam mendukung serta menyukseskan fokus pemerintah dalam
memperbaiki infrastruktur negara demi peningkatan ekonomi nasional.

Sebagai timbal balik atas investasi SCG di Indonesia, serta sejalan dengan visi perusahaan sebagai regional business leader, SCG dipastikan selalu berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan prinsip Sustainable Development yang menciptakan keseimbangan antara ekonomi, masyarakat, dan lingkungan. Oleh karena itu, beberapa inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan sudah dilakukan oleh SCG, seperti program beasiswa tahunan SCG Sharing the Dream.

President Director PT SCG Indonesia Pathama Sirikul menjelaskan SCG Sharing the Dream memberikan akses dan kesempatan untuk pendidikan yang lebih baik kepada para siswa di negara-negara ASEAN dimana SCG beroperasi. Melalui program ini, lanjutnya, SCG telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 6.000 siswa SMA di seluruh ASEAN, dimana SCG beroperasi setiap tahunnya.

“Di Indonesia, SCG Sharing the Dream telah diselenggarakan sejak 2012 dan berhasil menyediakan lebih dari 1.900 beasiswa untuk pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Kami dengan senang hati mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, yang akan menjadi pendorong utama kemajuan bangsa di masa depan, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Pathama.

LEAVE A REPLY