Rumah Mungil di Cipulir ini Menang Penghargaan di New York

0
631

Jakarta – DELUTION yang sebelumnya telah beberapa kali membawa nama arsitektur Indonesia ke kancah dunia melalui penghargaan-penghargaan internasional, tahun ini kembali mendapatkan penghargaan tersebut.

Melalui karyanya yang fenomenal di bilangan Cipulir, Jakarta Selatan, DELUTION memenangkan Architizer Awards untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice.

Architizer Awards merupakan sebuah ajang penghargaan arsitektur berskala dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Pada tahun ini, terdapat 5,000 karya arsitektur yang masuk dari 100+ negara di dunia. Sebelumnya, The Twins – karya DELUTION yang memenangkan kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice dalam penghargaan ini – bersanding dengan 4 karya arsitektur dunia lainnya untuk dipilih secara voting terbuka.

Melalui proses ini, penikmat arsitektur di dunia dapat memilih karya favoritnya untuk menjadi rumah kecil terbaik pilihan publik dunia.

Pihak Architizer Awards menyatakan mendapat lebih dari 400,000 vote untuk 115 kategori dari proses voting terbuka ini.

DELUTION sangat mengapresiasi antusiasme dukungan dan voting masyarakat Indoenesia untuk The Twins. “Kami amat berterima kasih atas dukungan dan voting yang diberikan kepada kami kemarin. Semoga penghargaan ini dapat ikut membawa nama baik arsitektur Indonesia di mata dunia.” Ujar Muhammad Egha, CEO dari DELUTION.

The Twins merupakan project DELUTION yang dibangun pada tahun 2019 yang menjawab permasalahan luas tanah kecil.

Rumah unik yang berada di gang sempit ini memang mendapatkan perhatian yang tinggi dan menjadi inspirasi warganet sejak diperkenalkan melalui akun Instagram milik

DELUTION. Egha menjelaskan bahwa The Twins merupakan contoh nyata dari penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis di salah satu kota terpadat di dunia yaitu Jakarta.

Uniknya, rumah kecil yang terbangun di atas lahan dengan luas hanya 70 m2 ini, dirancang dengan skema rumah tumbuh yang selesai dalam tiga tahapan.

Tahapan pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan dana dari sang pemilik rumah. Total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan ini sebesar 400 juta rupiah. Rumah ini juga didesain dengan metode konstruksi konvensional yang dapat dibangun secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan.

“Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan.” kata Egha.

Selanjutnya, The Twins akan dipublikasikan bersama dengan karya pemenang Architizer Awards lainnya dalam sebuah buku kompendium berjudul ‘Architizer : The World’s Best Architecture’ yang diterbitkan oleh Phaidon – sebuah penerbit global untuk seni kreatif dunia. Buku ini akan dirilis pada awal tahun 2021 dan akan menjadi sebuah referensi karya arsitektur terbaik dunia yang akurat.